Tahap
selanjutnya sudah dengan setting tempat yang berbeda. Hari itu, penulis sudah
berada di ruangan ujian hari pertama. TKBI dan MMPI.
TKBI,
hampir sama dengan tes TOEFL pada umumnya. Jadi, pasti Anda sudah ada gambaran.
MMPI
( Minnesota Multiphasic Personality Infentory), sejenis tes yang akan menilai
kepribadian Anda dan dinilai kesesuaiannya dengan bagian yang akan Anda ambil.
Kira-kira begitulah.. Jadi, MMPI ini bersisi pernyataan dengan jumlah yang
mecapai 700-800 pernyataan (kalau tidak salah ingat). Yang pasti, banyak deh.
Ada beberapa soal pengulangan seperti penekanan pernyataan sebelumnya. Inti
dari menjawab MMPI ini adalah Anda harus jujur terhadap diri sendiri ketika
menjawabnya, dalam keadaan fit dan sarapan terlebih dahulu. Jawablah apa
adanya, sesuai dengan yang Anda alami atau rasakan. Karena jika tidak, jawaban
yang tidak sesuai juga akan terlihat pada hasil MMPI nantinya.
Selesai.
Setelah 1 harian berkutat dengan lebih dari 1500 soal.
Tahap
selanjutnya , hari kedua adalah tes kognitif. Pada tahap ini, kita akan diuji
sejauh mana pemahaman kita mengenai teori bagian yang kita tuju. Itu dia
makanya di awal dikatakan, belajarlah dengan serius.. *belajar di Maluku dengan
diktat dan jurnal seadanya. Beberapa jurnal tambahan yang disarankan pada
penulis adalah SCD. Semakin dibaca, semakin teringat saat-saat dulu bekerja di
sebuah LSM yang berfokus pada anak-anak. Pokoknya, pelajari saja apa yang bisa
Anda pelajari ya.
Selanjutnya
adalah wawancara. Duduk menunggu giliran masuk ke ruangan 4 dokter itu rasanya
deperti dalam lemari es. Waktu seminar, siding skripsi dan presentasi memang di
depan beberapa dokter juga sih, tapi yang ini deg-degan luar biasa. Tapi, sudah sampai tahap ini, mau tidak mau,
harus bisa. Seperti wawancara pada umumnya, yang biasa ditanyakan adalah motivasi
mengambil bagian ini, alasan memilih universitas, apa rencana ke depan nantinya
setelah selesai. Selebihnya, masuk ke dunia pribadi, sudah punya pacar apa
belum, apa sudah ada rencana menikah dalam waktu dekat. Ini ditanyakan karena
memang ada hubungannya dengan 6 bulan pertama nanti ketika diterima.
Dan
akhirnya, selesailah semua tahap demi tahap. Tinggal menunggu hasilnya saja.
Tibalah
hari pengumuman itu, pagi-pagi yang biasanya pengumuman harusnya sudah keluar,
tapi penulis memilih untuk tidak melihat website. Bangun dengan hati dag dig
dug. Sampai agak siang menjelang sore, orangtua menelfon menanyakan sudah ada
pengumuman? “ Belum dilihat dari tadi pagi..”, jawab penulis. “ Ya ampun, takut
ya? Ya sudah, dilihat aja nang..apapun hasilnya, jangan putus asa, tetap
semangat. Berdoa ya nang..” *sigh
Begitu
buka website dan memasukkan nomor peserta ujian (yang sudah sangat dihafal),
ternyata…” Hasil Kelulusan Program Spesialis belum dapat diumumkan”
Dan..jadilah
sepanjang sore sampai malam, dag dig dug pun berkepanjangan. Akhirnyaa, penulis
memutuskan untuk pergi ke tempat perbelanjaan (rencananya sih akan membeli
barang-barang keperluan yang akan dibawa kembali ke Maluku). Saat sedang
konsentrasi memilih barang, orangtua mengingatkan lagi,” sudah pengumuman,
nang? Coba dicek lagi” Dan itu sudah jam 9 malam, mungkin saja pengumumannya
ditunda besok, piker penulis. Tapi, yang akhirnya coba cek website juga, dan
Puji Tuhan, diterima.
Bagi
teman-teman yang sedang mencoba juga, semangat selalu dan berdoa. Dan tetap
persiapan.
Tahap
selanjutnya soon yaa!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar