13 Agustus 2014

TAHAP BARU di 2014 (part 2)

Tahap selanjutnya sudah dengan setting tempat yang berbeda. Hari itu, penulis sudah berada di ruangan ujian hari pertama. TKBI dan MMPI. 

TKBI, hampir sama dengan tes TOEFL pada umumnya. Jadi, pasti Anda sudah ada gambaran.
MMPI ( Minnesota Multiphasic Personality Infentory), sejenis tes yang akan menilai kepribadian Anda dan dinilai kesesuaiannya dengan bagian yang akan Anda ambil. Kira-kira begitulah.. Jadi, MMPI ini bersisi pernyataan dengan jumlah yang mecapai 700-800 pernyataan (kalau tidak salah ingat). Yang pasti, banyak deh. Ada beberapa soal pengulangan seperti penekanan pernyataan sebelumnya. Inti dari menjawab MMPI ini adalah Anda harus jujur terhadap diri sendiri ketika menjawabnya, dalam keadaan fit dan sarapan terlebih dahulu. Jawablah apa adanya, sesuai dengan yang Anda alami atau rasakan. Karena jika tidak, jawaban yang tidak sesuai juga akan terlihat pada hasil MMPI nantinya.
Selesai. Setelah 1 harian berkutat dengan lebih dari 1500 soal.

Tahap selanjutnya , hari kedua adalah tes kognitif. Pada tahap ini, kita akan diuji sejauh mana pemahaman kita mengenai teori bagian yang kita tuju. Itu dia makanya di awal dikatakan, belajarlah dengan serius.. *belajar di Maluku dengan diktat dan jurnal seadanya. Beberapa jurnal tambahan yang disarankan pada penulis adalah SCD. Semakin dibaca, semakin teringat saat-saat dulu bekerja di sebuah LSM yang berfokus pada anak-anak. Pokoknya, pelajari saja apa yang bisa Anda pelajari ya.
Selanjutnya adalah wawancara. Duduk menunggu giliran masuk ke ruangan 4 dokter itu rasanya deperti dalam lemari es. Waktu seminar, siding skripsi dan presentasi memang di depan beberapa dokter juga sih, tapi yang ini deg-degan luar biasa.  Tapi, sudah sampai tahap ini, mau tidak mau, harus bisa. Seperti wawancara pada umumnya, yang biasa ditanyakan adalah motivasi mengambil bagian ini, alasan memilih universitas, apa rencana ke depan nantinya setelah selesai. Selebihnya, masuk ke dunia pribadi, sudah punya pacar apa belum, apa sudah ada rencana menikah dalam waktu dekat. Ini ditanyakan karena memang ada hubungannya dengan 6 bulan pertama nanti ketika diterima.
Dan akhirnya, selesailah semua tahap demi tahap. Tinggal menunggu hasilnya saja.


Tibalah hari pengumuman itu, pagi-pagi yang biasanya pengumuman harusnya sudah keluar, tapi penulis memilih untuk tidak melihat website. Bangun dengan hati dag dig dug. Sampai agak siang menjelang sore, orangtua menelfon menanyakan sudah ada pengumuman? “ Belum dilihat dari tadi pagi..”, jawab penulis. “ Ya ampun, takut ya? Ya sudah, dilihat aja nang..apapun hasilnya, jangan putus asa, tetap semangat. Berdoa ya nang..” *sigh
Begitu buka website dan memasukkan nomor peserta ujian (yang sudah sangat dihafal), ternyata…” Hasil Kelulusan Program Spesialis belum dapat diumumkan”
Dan..jadilah sepanjang sore sampai malam, dag dig dug pun berkepanjangan. Akhirnyaa, penulis memutuskan untuk pergi ke tempat perbelanjaan (rencananya sih akan membeli barang-barang keperluan yang akan dibawa kembali ke Maluku). Saat sedang konsentrasi memilih barang, orangtua mengingatkan lagi,” sudah pengumuman, nang? Coba dicek lagi” Dan itu sudah jam 9 malam, mungkin saja pengumumannya ditunda besok, piker penulis. Tapi, yang akhirnya coba cek website juga, dan Puji Tuhan, diterima.
Bagi teman-teman yang sedang mencoba juga, semangat selalu dan berdoa. Dan tetap persiapan.

Tahap selanjutnya soon yaa!

TAHAP BARU di 2014 (part 1)

Sedikit berbagi pengalaman..

Seperti isi postingan yang lalu, tidak ada yang pernah menyangka penulis bisa mencapai tahap ini. Bahkan bagi penulis sendiri, ini masih sulit dipercaya.

TAHAP PALING PENTING
Pada tahap ini, berisi waktu-waktu berpikir yang panjang dan perenungan. *mulai serius. Jadi, di tahap ini, penulis mulai berdoa untuk sebuah keputusan yang nantinya akan sangat menentukan bagaimana ke depannya. Bukan suatu keputusan yang baru 1 atau 2 hari dipikrkan, dan juga bukan 1 atau 2 bulan. Berdoa adalah hal yang utama dan pertama sekali yang harus dilakukan. Dalam memulai atau mengambil keputusan apapun, bertanyalah terlebih dulu kepada Tuhan, apakah ini keputusan sepihak dari kita atau memang ini yang DIA arahkan. Mulailah menganalisa keadaan dan setiap tahap-tahap yang lalu yang Anda lalui. Kemudian Anda akan diarahkan semakin jelas kemana dan keputusan apa yang harus diambil. Lalu, selanjutnya berdiskusilah dengan keluarga Anda. Jadi jelas kan? Seseorang yang pertama kali diajak berdiskusi adalah Tuhan, setelah itu keluarga. Dari keluarga, Anda akan mendapat dorongan dan semangat juga ketika Anda akan berada pada tahap berikutnya.


TAHAP PERTAMA: PERSIAPAN BERKAS
Seperti biasanya, di semua awal tahap penyeleksian adalah tahap administrasi. Ingat ya..sepanjang persiapan apapun tetap berdoa. Pada awalnya, universitas yang akan penulis tuju adalah Universitas Airlangga, Surabaya. Akan tetapi, batas deadline pengiriman berkas sudah hampir seleasi. Jadi, saya memutuskan untuk melihat universitas lain dan bagaimana kurikulumnya sesuai dengan bagian yang akan diambil. Dan keputusan jatuh di Universitas Padjadjaran. Tidak terlalu yakin sih, soalnya saat itu penulis masih di sebuah desa yang sangat terbatas dalam dunia online dan sejenisnya. Tapi, masih bisa diusahakan..dalam artian sangat diusahakan exactly. Jadi, ceritanya penulis harus pulang pergi kecamatan-kabupaten untuk dapat sinyal dan setidaknya bisa nelfon keluarga. Subuh hari adalah saat yang tepat untuk googling. Jadi, segala info dan persyaratan penulis dapat di subuh hari. Lihat baik-baik deadline nya ya. Dan perhatikan benar-benar persyaratannya. 

Sebagian besar persyaratannya masih logka untuk dipenuhi dengan kondisi berada di daerah-daerah seperti ini. Puji Tuhan, orangtua mendukung dan bersedia membantu persiapan pemberkasan.
Jadi, sebagian berkas sudah dibawa sejak awal ke Maluku, Maluku tenggara barat. Iya, saat itu penulis sedang berada di Maluku Tenggara Barat, daerah kepulauan yang tidak memungkinkan kita bisa dengan leluasa pulang pergi, apalgi untuk pengurusan berkas. Mulai dari ijasah dll masih bisa diatasi, tapi tidak untuk surat rekomendasi dosen pengajar. Oke. Berdoa lagi..dan Puji Tuhan, dosen yang akan dimintai rekomendasi adalah dokter pembimbing skripsi dan posttest yang dekat dan mengenal penulis. Jadilah tanpa perlu, penulis yang secara langsung menghadap, diwakili orangtua, didapatlah 3 surat rekomendasi. Jadi teringat, dulu itu beliau memang pernah mengarahkan untuk mengambil tahap ini. Ingat, perhatikan baik-baik apakah semua berkas sudah lengkap ya. Setelah itu, tinggal menunggu waktu berangkat dan mengikuti tahap-tahap berikutnya.

Jangan lupa persiapan serius ya. Baca dan belajar kembali sumber yang berkaitan dengan bagian yang Anda akan ambil. Tentu saja Ora et Labora kan. Semuanya harus ada usaha. Jadi ceritanya, diktat dan jurnal yang ada di Maluku, yang sudah dibawa sejak awal adalah sesuai dengan rencana bagian yang akan diambil. Belajar lagi..belajar lagi.
 

12 Agustus 2014

Selamat malam dari paseban.

Selamat malam.

Hari ini sibuk? Banyak kerjaan di kantor? Mata kuliah padat?
Yang coass? Sibuk dgn laporan? Atau banyak pasien?
Atau yang seharian di rumah..?
Yang dari tadi pagi sibuk jualan sayur dan ikan di pasar?
Besok pagi juga harus bangun kembali dan berjualan.
Yang seharian narik becak? Panas keringatan?
Besok juga masih dengan becak yang sama toh..
Atau yang hari ini sibuk duduk-duduk di kursi pemerintah?
Gimana pak..buk..?
Yang seharian mantengin laptop, soalnya kerjaannya mantau indeks rupiah dan saham.
Yang panas-panasan di lapangan, mengontrol pekerja bangunan?
Atau yang sedang ikutan orchestra musik dan sedang berusaha mengharumkan nama bangsa?
Yang seharian ngedidik pelajar?

Sudah waktunya istirahat sekarang.
BERSYUKURlah, ada banyak hal yang masih dapat kita kerjakan sepanjang hari ini.
BERSYUKURlah, ada banyak hal yang masih dapat kita nikmati.
BERSYUKURlah, Anda masih dapat hidup sampai saat ini.
BERSYUKURlah, ada banyak orang-orang di sekeliling kita yang mengasihi kita.
BERSYUKURlah, sekalipun keadaan yang kita rasa sulit dimengerti.

Berdoalah, agar, ketika besok kita masih dapat melihat hari baru, kita dapat terus bersyukur.


Mazmur 118:1 
"Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya."