01 Agustus 2012

JUST TEXT

Inspirasi bisa datang kapan saja dan dimana saja. Ntah bagaimana suasana hati kita saat itu, inspirasi bisa timbul. Tapi, inspirasi lebih sering muncul di waktu yang tidak lazim. Waktu itu (hampir setiap hati), inspirasi menulis ini timbul, tapi kadangkala ada saatnya kita sedang tidak ingin menulisnya menjadi rangkaian kata-kata. Waktu itu (hampir setiap hari), inspirasi ini muncul karena melihat lingkungan atau dunia atau dalam artian kebiasaan seseorang, melihat keadaan orang lain yang butuh pertolongan..yah inspirasi itu muncul dengan imajinasi kata-kata yang terlebih dahulu sudah tersusun rapi di otak kiri ini. Tapi, tidak semua kerja tangan mengikuti mood otak kiri untuk menuangkannya ke dalam tulisan nyata seperti ini. 


"Suatu hari, saya akan menerbitkan buku yang berjudulkan : APA YANG MATA SAYA LIHAT?.", bisik saya kepada seseorang.

Ini bukan berisikan tentang sekumpulan keluhan mata saya, untuk diri saya. Tetapi ini akan berisikan tentang sekumpulan apa yang saya dapatkan selama saya dapat melihat. Semua..yang otak dan mata saya masih dapat rekam dengan baik. Tentang lingkungan, tentang orang-orang di sekitar , tentang bagaimana orang lain memperlakukan hidupnya, atau tentang dengan cara apa orang menjalani dunia ini. Bukan untuk saya, tetapi Anda.


"Suatu hari, saya akan menerbitkan buku yang berjudulkan : APA YANG HATI SAYA RASAKAN?.", bisik saya kepada seseorang. 


"Suatu hari, saya akan menerbitkan buku yang berjudulkan : APA YANG SUDAH DIBERIKAN KEDUA TANGAN SAYA BAGI ORANG LAIN?.", bisik saya kepada seseorang.


Anda bisa merasakan begitu banyak rasa, bisa melihat begitu banyak hal, dan seharusnya Anda bisa memberikan sesuatu yang berharga. Akan lebih baik jika kita menyadari bahwa setiap orang punya kebutuhan masing-masing dan setiap orang memiliki sesuatu hal yang berbeda-beda, sehingga berbeda-beda juga yang tangan kita dapat berikan kepada mereka. "Hei..", kata saya sambil menepuk dan memeluk bahu adik kecil penjual koran. Itu salah satu kewajiban tangan Anda ketika melihat seorang adik kecil penjual koran di simpang, duduk panas-panasan memeluk koran-korannya. 

Tapi, semua pengaruh yang Anda berikan pada orang lain, dapat secepat debu berlalu, ketika Anda mulai berpikir bahwa: "Hei..saya butuh perhatian dari Anda. " atau " Hei..apa kalian saja yang mau diperhatikan?". Ini benar-benar situasi yang sulit untuk dihindari, tetapi sebisa mungkin hindarilah. Saya paham bahwa kita semua butuh feedback. Dan saya juga sangat setuju dengan itu. 


"Noone  can see or feel for what the others condition, perfectly. 
But Everyone can do perfectly for what the others need."
-anonym-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar