17 Februari 2012

WASPADALAH PADA APA YANG ANDA PIKIRKAN!


Realita emang gak selalu bisa sama dengan apa yang disebut “ keinginan”. Dan malah lebih sering bertolak belakang dengan yang namanya “harapan”. 
 Terkadang kita gak bisa memahami apa sebenarnya yang diinginkan hidup ini, sampai semuanya terhenti tiba-tiba dan tidak ada yang tahu. Yah..hidup ini tidak selalu punya sudut-sudut yang membulat, terkadang terasa “runcing” bahkan mungkin lebih sering untuk sebagian orang. Ada kalanya, beberapa hal sangat bisa mempengaruhi seseorang dalam hidupnya, entah itu benda mati atau benda hidup. Yang jelas..sesuatu/seseorang itu seakan membuat dirinya stuck dan tidak berani melangkah lebih, karena tidak percaya diri dengan realita diri. “Saya sedang jatuh cinta..saya sedang mengangumi wanita/pria itu. Tapi, sesuatu mengikat hati saya. Sebagai contoh: orang seperti ini sering merasa tidak layak mencintai orang lain, karena hati dan pikirannya dibebani dengan kondisi keluarga yang berantakan (menangis). Saya hanya berpikir, orang seperti ini pasti sangat diikat dengan pikirannya, sampai-sampai dia tidak percaya diri memasuki kehidupan orang lain, orang yang sebenarnya sangat ia cintai. “Bagaimana saya membawa keluarga saya yang berantakan? Bagaimana saya mengenalkan keluarga saya padanya nanti? Saya tidak bisa.”
Realita lain adalah, ketika Anda mungkin berada pada masyarakat yang tidak sekarakter dengan Anda. Tapi..zona itu mendominasi Anda. Yang Anda bisa lakukan hanyalah diam. “ Saya mau semua hidup damai, tanpa amarah atau kesal di hati.” Tapi..seringkali saya tidak mendapatinya. Sebagai contoh: Orang seperti ini sering kita dapati duduk terdiam di sudut ruangan atau kamarnya, atau menulis isi hatinya. Karakter seperti ini biasanya tidak suka keramaian yang menyesakkan, dan enggan berbagi dengan orang lain. Dia bisa saja bertingkah sewajarnya orang kebanyakan, tapi..lihat raut wajah dan kerutan-kerutan serta bola matanya yang seakan menyimpan banyak kesakitan, kepahitan dan beban pikiran. “Saya hanya mau semua orang hidup damai, tanpa ada amarah, tanpa ada yang membawakan ego masing-masing.”
Seperti halnya kedua realita di atas, berikut adalah efek ketika seseorang tidak lagi dapat menahan emosi yang tertahan dalam hatinya, bahkan bisa sampai merusak kerja otaknya untuk berpikir dan memisahkan antara mana yang harus dipikirkan dengan mana yang tidak harus dipikirkan. “ Saya merasa ini semua terasa berat. Bahkan saya merasa aliran-aliran listrik seakan jelas mengalir di kedua jari-jari tangan saya. Saya dapat merasakannya dengan jelas, bukan dibua-buat.” Ini yang dinamakan dengan “[Puncak Ketegangan Batin].”

Waspadai apa yang Anda jadikan beban pikiran!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar